Menyambut Bisyarah Rasulullah untuk Menaklukkan Roma
Dan tak lupa sang guru terus mengulang-ulang hadist yang sama setiap harinya takkala rasa lelah mendera ataupun rasa jumud datang menerpa. Maka hadist inilah yang menjadi motivasi sang guru agar ia mampu untuk segera bangkit lagi dari semua rasa itu. Dan bahwa ia akan menjadi khalifah yang membuka jalan menuju Konstantinopel.Dalam sebuah kesempatan yang lain, Rasulullah bersabda, Konstantinopel benar-benar akan ditaklukkan. Sebaik-baik amir (khalifah) adalah amir (khalifah) yang memimpin penaklukkannya dan sebaik-baik tentara adalah tentara yang menaklukkannya.” (HR Bukhari, Ahmad, dan Al-Hakim).Tertuang dalam tinta sejarah peradaban Islam yang sungguh luar biasa. Bagaimana dengan tegasnya ia mampu memimpin pasukan yang jumlahnya 250.000 personil dengan ketakwaan diatas rata-rata. Bahwa memilih pasukan pun ada syaratnya bukan hanya Islam dan Baligh, namun yang kedekatannya pada Allah tak diragukan lagi. Amalan wajibnya sempurna dan berpadu dengan amalan sunnahnya, bahkan sehari sebelum menyerang Konstantinopel sang Sultan memerintahkan para prajuritnya untuk berpuasa, agar kemudian Allah senantiasa menolong mereka dan menjaga agar tetap istiqomah dalam perjuangan mulia ini.Konstantinopel adalah sebuah benteng kokoh dengan tiga lapis tembok yang tidak mudah dijangkau. Sementara daratannya dijaga dengan benteng yang kokoh terbentang dari alut Marmara sampai ke Tanduk Emas. Dari segi kekuatan militer, kota ini terhitung sebagai kota paling aman dan terlindungi, karena didalamnya ada pagar-pagar yang tinggi menjulang, menara pengintai yang kokoh serta ditambah serdadu Bizantium disetiap penjuru kota. Maka wajar jika wilayah itu sangat sulit untuk bisa ditaklukkan.
Setelah hampir dua bulan melakukan pengepungan dan serangan, yaitu dari 26 Rabi’ul Awal hingga 19 Jumadil Ula 857 H (6 April – 28 Mei 1453 M), dengan mengerahkan berbagai strategi termasuk memindahkan kapal-kapal melalui bukit Galata, membuat terowongan dan membuat benteng bergerak dari kayu, akhirnya pada 20 jumadil Ula 857 M (29 Mei 1453 M) Konstantinopel berhasil dibebaskan oleh pasukan Islam. (lihat : Ali Muhammad Ash-Shalabi, Ad-Daulah Al-Utsmaniyyah : ‘Awamilu An-Nuhudh wa Asbab As-Suquth, hlm. 87-107) Komentar syaikh Al-Albani ketika megomentari hadist diatas, ia menulis :“penaklukkan pertama (Konstantinopel) telah berhasil direalisasikan melalui tangan Muhammad Al-Fatih Al-Utsmani. Seperti yang telah diketahui, penaklukkan itu terealisasi setelah lebih dari 800 tahun sejak Bisyarah itu disampaikan oleh Rasulullah saw. Dan pembebasan kedua (yaitu penaklukkan kota Roma) dengan seizin allah juga pasti akan teralisasi. Sungguh, beritanya akan kita ketahui di kemudian hari. Tidak diragukan juga bahwa realisasi pembebasan kedua itu menuntut kembalinya Khilafah Rasyidah yang kedua di tengah-tengah umat muslim” (Silsilah Al-Ahadist Ash-Shahihah, jld, 1, hlm. 33, no.hadist. 1329)
Inilah rahasia kaum muslim, yang mungkin bagi sebagian orang dianggap hanyalah utopis atau hayalan. Bagi kami ini bukanlah hanyalan namun sebuah harapan dimana sang motivator itu Rasullullah sendiri yang menyampaikan Bisyarah ini dengan lisan mulianya. Sungguh Rasullullah tak pernah berbohong, dan Allah akan selalu menepati janjinya bahwa kaum muslimin pasti akan menang. Selanjutnya Kota Roma masih menanti kita, mari kita taklukkan wahai pemuda. 570 Tahun hingga saat ini Roma masih berdiri kokoh, lalu siapa yang akan menjadi pemimpin dan pasukan terbaik nantinya? Masih Allah beri kesempatan bagi para pemuda untuk berlomba dan melayakkan diri menjadi salah satu dari bisyarah selanjutnya. Ayo pemuda bangkit, bergerak, bersama kita taklukkan Roma.
Semoga kita satu diantara sang penakluk itu!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar